circulair flow diagram

Tinggalkan komentar

 

http://pendidikanekonomiakuntansi.files.wordpress.com/2010/10/flow1.jpg?w=523&h=399

pelaku ekonomi

Tinggalkan komentar

PowerPoint Pelaku Ekonomi

Pelaku Kegiatan Ekonomi

1. Perusahaan

Adalah mereka yang di dalam suatu proses perekonomian berfungsi sebagai pihak yang menyediakan barang dan jasa.

Peran perusahaan dalam kegiatan ekonomi adalah:

  1. Sebagai produsen, yaitu dengan menghasilkan barang dan jasa yang dibutuhkan oleh rumah tangga keluarga, pemerintah, bahkan masyarakat luar negri.
  2. Sebagai distributor, yaitu sebagai mata rantai penyaluran barang dalam rangka melayani konsumen agar barang yang dibutuhkan sampai pada konsumen tepat waktu, tepat tempat, tepat sasaran, tepat kuantitas dan tepat kualitas.
  3. Sebagai agen pembangun. Ditujukan untuk meningkatkan produksi melalui penelitian serta pengembangan.

2. Rumah Tangga

  • Adalah pihak yang menikmati, atau pengguna barang  dan jasa untuk menikmati kebutuhan hidup dirinya, ataupun keluarganya.
  • Rumah tangga adalah kelompok masyarakat yang memiliki faktor-faktor produksi (tanah, tenaga kerja, modal, wirausaha), sehingga pendapatan rumah tangga dapat diperoleh dari perusahaan  dengan cara:
  1. Sewa (rent), yaitu balas jasa yang diterima rumah tangga karena menyewakan tanahnya, kepada pihak lain, misalnya perusahaan.
  2. Upah (wage), yaitu balas jasa yang diterima rumah tangga karena telah mengorbankan tenaganya untuk berkorban pada perusahaan dalam kegiatan produksi.
  3. Bunga (interest), yaitu balas jasa yang diterima rumah tangga dan perusahaan karena telah meminjamkan sejumlah dana untuk modal usaha perusahaan dalam kegiatan produksi.
  4. Laba (profit), yaitu balas jasa yang diterima rumah tangga karena telah mengorbankan tenaga dan pikirannya mengelola perusahaan sehingga perusahaan dapat memperoleh laba.
  • Peranan rumah tangga konsumen:
  1. Rumah tangga berperan sebagai pemasok faktor-faktor produksi kepada perusahaan untuk kegiatan produksi.
  2. Rumah tangga berperan sebagai pemakai (konsumen) barang dan jasa yang dihasilkan perusahaan untuk memenuhi kebutuhan hidup.

3. Pemerintah

  1. a. Peranan sebagai pengatur

Pengaturan kegiatan ekonomi melalui peraturan perundang-undangan.

b. Peranan sebagai pengontrol

Pengontrol kegiatan ekonomi melalui Bank sentral yang berfungsi mengawasi lalu lintas keuangan. Mencetak uang, mengontrol jumlah uang yang beredar, mengontrol tinggi rendahnya suku bunga, lalu lintas kredit, dan lainn sebagainya.

c. Peranan sebagai penguasa

Pemerintah memiliki polisi sebagai alat pemaksa dan memiliki alat peradilan bagi terselenggaranya keadilan bagi seluruh rakyat.

d. Peranan sebagai konsumen

Untuk menjalankan tugasnya, pemerintah memerlukan berbagai macam barang dan jasa, misalnya untuk kegiatan administrasi diperlukan peralatan kantor dan alat-alat tulis, untuk transportasi diperlukan peralatan kantor dan alat-alat tulis, untuk transportasi diperlukan kendaraan dan banyak lagi kebutuhan lainnya.

e. Peranan sebagai produsen/Investor produsen

1)      Pemerintah dapat bertindak sebagai produsen untuk menghasilkan barang dan jasa yang menyangkut kepentingan orang banyak. Kegiatan ini dilakukan melalui BUMN dan BUMD.

2)      Pemerintah bertindak sebagai investor di mana pemerintah sebagai penanam modal baik seluruhnya atau sebagian pada perusahaan-perusahaan yang beroprasi di Indonesia.

4. Masyarakat Luar Negri

a. Masyarakat Luar Negeri sebagai Konsumen

Masyarakat luar negri dapat berperan sebagai konsumen dengan mengekspor barang/jasa tersebut ke negara mereka. Dengan penjualan komoditi ekspor tersebut, akan mendatangkan devisa bagi negara dan secara tidak langsung akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

b. Masyarakat Luar Negeri sebagai Produsen

Produk barang/jasa yang mereka hasilkan dapat kita konsumsi dengan cara mengimpornya.

c. Masyarakat Luar Negeri sebagai Investor

Pembangunan suatu bangsa membutuhkan adanya pelaku yang berani menanamkan modalnya, baik secara langsung ataupun tidak langsung. Investor-investor itu banyak berasal dari luar negri.

d. Sumber Tenaga Ahli

Negara maju banyak memiliki tenaga ahli yang sangat dibutuhkan negara lain. Dengan demikian, negara lain (luar negeri) dapat memenuhi kekurangan tenaga kerja di dalam negeri.

pola prilaku produsen

Tinggalkan komentar

PowerPoint Prilaku Produsen

Prilaku Produsen Dalam Kegiatan Ekonomi

A. Produksi

  • Kegiatan menghasilkan atau menambah manfaat barang maupun jasa
  • Proses Produksi
  1. Pemasukan (input) berupa bahan baku
  2. Proses transformasi/ penggabungan input tersebut, sehingga bisa membentuk suatu produk, baik jasa maupun benda.
  3. Adanya pengeluaran merupakan hasil dari proses produksi.

B. Tujuan Produksi

    1. Memenuhi kebutuhan rumah tangga keluarga maupun rumah tangga produksi
    2. Untuk mengganti barang yang rusak atau barang yang habis
    3. Untuk memenuhi kebutuhan sesuai dengan perkembangan zaman dan teknologi
    4. Untuk memenuhi pasar internasional
    5. Untuk mendapatkan keuntunngan
    6. Untuk meningkatkan kemakmuran

C. Faktor Produksi

    Faktor produksi Asli:

    1. Tanah atau Sumber Daya Alam

    Adalah segala sesuatu yang berasal dari atau disediakan alam , merupakan sumber asli yang bukan berasal dari kegiatan manusia.

    2. Tenaga kerja

      Ialah semua kemampuan manusia, baik jasmani maupun rohani yang dapat disumbangkan untuk dilakukan produksi barang ataupun jasa.

      Tenaga kerja menurut kualitasnya:

      1. Tenaga kerja terdidik (skilled labour) adalah tenaga kerja yang memperoleh pendidikan, seperti guru, dokter, akuntan, pengacara.
      2. Tenaga kerja terlatih (trained labour) adalah tenaga kerja yang memperoleh keahlian dari pengalaman dan latihan, seperti montir, sopir.
      3. Tenaga kerja tidak terdidik dan tidak telatih (unskilled and untrained labour) yaitu tenaga kerja yang tidak memerlukan pendidikan dan latihan terlebih dahulu, seperti pesuruh, dan buruh.

      Faktor produksi turunan:

      3. Modal

        • Modal adalah barang-barang modal yang meliputi semua jenis barang yang dibuat untuk menunjang kegiatan produksi barang lain, dan modal berupa uang yang tersedia diperusahaan untuk membeli faktor produksi.
        • Macam-macam modal dapat dibedakan sebagai berikut:
        1. Modal menurut sifat

        1)      Modal tetap, ialah modal yang digunakan secara berulang-ulang. Misalnya mesin-mesin pabrik.

        2)      Modal lancar, ialah modal yang habis digunakan dalam satu kali proses produksi. Misalnya bahan baku.

        2. Modal menurut subjek

          1)      Modal perorangan (individu) adalah modal yang digunakan secara personal dalam proses produksi dan menjadi sumber bagi pemiliknya. Misalnya bunga dalam tabungan di bank.

          2)      Modal masyarakat, ialah modal yang digunakan dalam proses produksi, berasal dari masyarakat dan berhubungan dengan konsumsi atau kepentingan masyarakat. Misalnya Telkom, PDAM

          3. Modal menurut bentuk

            1)      Modal konkret (nyata) adalah modal yang dapat dilihat secara nyata dalam proses produksi. Misalnya mesin dan gedung pabrik.

            2)      Modal abstrak (tidak nyata) adalah modal yang tidak dapat dilihat tetapi memiliki nilai, misalnya merk dagang.

            4. Modal menurut sumber

              1)      Modal sendiri, misalnya modal yang berasal dari perusahaan itu sendiri, misalnya modal setoran pemilik. Jika perusahaan bangkrut, otomatis modalini akan habis.

              2)      Modal asing adalah modal yang berasal dari luar perusahaan (berupa pinjaman) untuk meningkatkan produksi, misalnya pinjaman dari Bank.

              4. Kewirausahaan (entrepreneurship)

                Seorang pengusaha  harus dituntut memiliki keahlian:

                1. Managerial skill, yaitu kemampuan dalam mengoraganisasikan semua faktor produksi agar mencapai tujuan.
                2. Technical skill, yaitu keahlian yang bersifat teknis dalam pelaksanaan proses produksi sehingga berjalan dengan baik.
                3. Organization skill, yaitu keahlian dalam memimpinberbagai usaha, tidak hanya intern persusahaan yang bersifat bisnis, tetapi juga organisasi dalam bentuk lain.

                D. Pola Prilaku Produsen

                • Fungsi Produksi, merupakan interaksi antara input dan output proses produksi.
                • Secara matematika ditulis : TP=f(L,R,T)
                • Hukum Tambahan Hasil Produksi (The Law of Deminishing Return) : “ apabila faktor produksi (tenaga kerja) ditambah terus menerus sebanyak unit tertentu, pada mulanya total produksi akan semakin meningkat. Akan tetapi, sesudah mencapai tingkat tertentu, produksi marginal atau tambahan produksi akan semakin menurun hingga akhirnya mencapai titik negatif.”
                • Produksi marginal ialah tambahan produksi yang dihasilkan dengan adanya tambahan satu unit input. Dapat dirumuskan :
                • Produksi rata-rata adalah output per unit. Dapat dirumuskan :

                Keterangan :

                TP             = total produksi (total production)

                L               = tenaga kerja (Labour)

                MP            = produksi marginal (marginal production)

                ∆P             = produksi rata-rata (average production)

                ∆               = selisih atau perubahan

                Contoh dapat dilihat DISINI

                pola prilaku konsumen

                2 Komentar

                PowerPoint Perilaku Konsumen

                Perilaku Konsumen Dalam Kegiatan Ekonomi

                A. Pengertian konsumsi

                Konsumsi adalah kegiatan menghabiskan atau mengurangi nilai barang maupun jasa.

                B. Barang konsumsi

                Barang konsumsi adalah barang-barang yang dapat langsung digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup.

                Ciri-ciri barang konsumsi:

                1. Barang yang dikonsumsi akan habis atau mengalami penyusutan.
                2. Barang konsumsi adalah barang yang dihasilkan oleh manusia.

                Penggunaan tanah, udara dan sinar matahari dan lain-lain pemberian alam tidak termasuk dalam pengertian konsumsi.

                1. Barang konsumsi ditujukan langsung untuk memenuhi kebutuhan hidup.

                Penggunaan cangkul, gergaji, mesin, kantor dan barang modal lainnya, pada hakikatnya ditujukan untuk menghasilkan barang atau jasa sehingga tidak dapat dimasukkan dalam pengrtian konsumsi.

                Barang konsumsi dapat dikelompokkan menjadi dua macam:

                1. Barang yang dapat dipakai sekali saja, seperti makanan, minuman, dan obat-obatan.
                2. Barang yang dapat dipakai beberapa kali, seperti pakaian, perabotan rumah, dan kendaraan. Barang-barang itu mengalami penyusutan secara berangsur-angsur atau kegunaannya makin berkurangsehingga akhirnyatidak dapat dipakai lagi.

                C. Tujuan kegiatan konsumsi

                Tujuan kegiatan konsumsi adalah untuk memenuhi kebutuhan hidup secara langsung. Penggunaan barang diluar tujuan tersebut tidak dapat dimasukkan sebagai kegiatan konsumsi. Misalnya suatu kendaraan dapat digunakan secara langsung untuk memenuhi kebutuhan hidup pemiliknya atau disewakan kepada orang lain. Apabila digunakan sendiri oleh pemiliknya, kendaraan itu merupakan barang konsumsi. Akan tetapi kalau disewakan, kendaraan itu bukan merupakan barang konsumsi.

                D. Pola prilaku konsumen

                • Konsumen adalah individu yang mengkonsumsi barang dan jasa.
                • Konsep pilihan merupakan perilaku konsumen yang mendasar.
                • Konsep dasar perilaku konsumen menyatakan bahwa pada umumnya konsumen selalu berusaha untuk mencapai nilai guna maksimal dari pemakaian benda.
                • Kepuasan maksimum adalah suatu keadaan konsumen mencapai keseimbangan antara besar pengorbanan yang dikeluarkan dengan kepuasan yang disapat dari barang yang dikonsumsi.
                • Perilaku konsumen yaitu kecenderungan seseorang mengkonsumsi suatu barang atau jasa.

                Untuk menerangkan perilaku konsumen dalam memaksimalkan kepuasan, dikenal dua pendekatan, yaitu pendekatan nilai guna dan pendekatan kurva indiferen.

                1. Pendekatan Nilai Guna (Pendekatan kardinal)
                • Dalam pendekatan kardinal dikenal dengan istilah nilai guna total dan nilai guna marginal.
                • Nilai guna total (total utility) adalah kepuasan total yang diperoleh konsumen saat mengonsumsi.
                • Nilai guna marginal (marginal utility) adalah tambahan kepuasan yang dinikmati konsumen.
                • Hukum Gossen 1 : jika pemenuhan suatu kebutuhan dilakukan secara terus menerus, tambahan kepuasan itu semakin lama semakin berkurang, hingga akhirnya dicapai titik kepuasan.

                Kepuasan maksimum terjadi pada saat nilai guna marginal = 0

                • Hukum Gossen 2 : seseorang akan senantiasa memenuhi berbagai macam kebutuhan sampai pada tingkat intensitas yang sama.

                Jika harga sama, menggunakan rumus : MUX = MUY = MUZ

                Kepuasan maksimal konsumen tercapai saat setiap satuan rupiah yang terakhir memberikan tambahan kepuasan yang sama dari masing-masing barang.

                1. Pendekatan Kurva Indiferen (Pendekatan ordinal)
                • Kurva indiferen adalah kurva yang menerangkan tempat kedudukan kombinasi barang-barang yang dikonsumsi yang memberikan kepuasan yang sama.
                • Garis anggaran konsumen (Budget Constaint)

                Dalam memaksimalkan kepuasannya, konsumen dihadapkan pada kendala anggaran. Konsumen ingin berada di kurva indiferen yang paling jauh dari titik origin.

                • Keseimbangan konsumen

                Konsumen akan memperoleh kepuasan maksimal umum apabila menghabiskan semua pendapatannya untuk membeli dan mengonsumsi kombinasi barang dimana garis anggaran tepat bersinggungan dengan kurva indiferen.

                Contoh dapat dilihat DISINI

                Pemanfaatan Sumber Daya

                Tinggalkan komentar

                contoh PowerPoint dapat dilihat disini

                Pemanfaatan Sumber Daya

                1. Alokasi Sumber Daya

                Sumber daya jumlahnya terbatas, dan harus digunakan untuk memproduksi sekian banyak barang dan jasa. Tentu timbul pertanyaan bagaimana cara memproduksi sekian banyak barang dan jasa jika sumber daya yang tersedia terbatas. Untuk menjawab pertanyaan tersebut haruslah dialokasikan untuk memproduksi barang dan jasa tertentu.

                Sudah dijelaskan sebelumnya bahwa keterbatasan sumber daya menuntut untuk melakukan pilihan. Konsumen selalu mencari kepuasan maksimal, sedangkan produsen atau pengusaha harus memanfaatkan sumber daya produksi (faktor-faktor produksi), maka harus menentukan kemungkinan produksi. (production possibility)

                Dalam ilmu ekonomi, alokasi sumber daya yang menguntungkan rakyat dapat dijelaskan dengan kurva kemungkinan produksi (Production Possibility Frontier, PPF). Kurva kemungkinan produksi adalah kurva yang menggambarkan berbagai kombinasi out put yang mungkin dapat diproduksi oleh perekonomian dengan faktor produksi (sumber daya) tertentu yang tersedia.

                Dalam menggambarkan kurva kemungkinan produksi, terdapat tiga hal penting yang perlu diperhatikan, yaitu:

                1. Adanya kelangkaan sumber daya (faktor produksi)
                2. Keharusan memilih penggunaan sumber daya tersebut untuk memproduksi barang/jasa tertentu saja (dalam model kurva PPF hanya dua jenis)
                3. Adanya biaya peluang (opportunity cost)

                Sebagai contoh dapat dilihat disini

                Kurva kemungkinan produksi terbentuk berdasarkan tiga asumsi, yakni:

                Sumber Daya Terbatas

                Sumber daya terbatas (langka), maka kurva kemungkinan produksi berbentuk slope (miring) dari kiri atas ke kanan bawah. Sebab apabila sumber daya tersedia dalam jumlah tidak terbatas (hal yang tidak mungkin), maka kurva akan miring ke kanan atas sebab pada saat produksi beras (x) ditambah akan selalu masih ada sumber daya untuk menambah mobil (y).

                Tingkat Teknologi Tertentu

                Asumsi kedua tentunya tingkat teknologi, sebab apabila terjadi peningkatan teknologi (tingkat teknologi tidak pernah turun), maka seluruh kurva akan bergeser ke kanan, artinya menghasilkan barang dan jasa yang lebih banyak, sekalipun sumber daya yang tersedia tetap, sehingga kurva itupun bergeser ke kanan.

                Perekonomian Berada dalam Keadaan Full Employment

                Asumsi ketiga menyatakan bahwa perekonomian yang bersangkutan harus berada dalam keadaan full employment. Artinya semua sumbu yang ada telah digunakan sepenuhnya dengan efisiensi penuh.

                2. Identifikasi Hilangnya Kesempatan Pada Tenaga Kerja Bila Melakukan Produksi Dibidang Lain

                Pada bagian sebelumnya telah diterangkan pemilihan barang atau jasa yang akan diproduksi dengan menggunakan kurva kemungkinan produksi. Dalam menjelaskan penggunaan tenaga kerja dan biaya kesempatan yang ditimbulkan dengan pemilihan suatu pekerjaan, kita juga bisa menerapkan hal yang sama. Pada dasarnya jika seorang tenaga kerja telah bekerja atau memilih suatu pekerjaan tertentu, ia tidak bisa lagi untuk bekerja dengan profesi lain. Misalnya Anda menjadi pilot, berarti kesempatan untuk berproduksi sebagai pemain bola akan hilang. Hal ini sesuai dengan konsep The Cost of Doctrine Alternative yang menyatakan bahwa suatu pengorbanan haruslah dilakukan karena dipilihnya suatu alternatif tertentu di antara berbagai alternatif pilihan yang tersedia. Pengorbanan tersebut berupa hilangnya kesempatan untuk profesi dibidang lain.

                Setiap tenaga kerja akan mendapat balas jasa berupa upah atau gaji. Besarnya gaji atau upah yang diperoleh tenaga kerja diperolh dari beberapa faktor, antara lain tingkat pendidikan, pengalaman, sistem upah yang berlaku, kondisi perusahaan dan kondisi perekonomian nasional. Namun, pada dasarnya seorang tenaga kerja yang rasional selalu menginginkan upah yang paling tinggi, apapun latar belakang yang meraka miliki. Akan tetapi, keinginan tersebut sering tidak terwujud karena berbagai faktor, sehingga tenaga kerja menerima suatu pekerjaan dan tingkat upah yang tidak ideal. Dalam menentukan pekerjaan yang akan dilakukan, tenaga kerja yang rasional juga harus memperhitungkan biaya yang ditimbulkan, yaitu harus lebih kecil daripada hasil yang diperoleh.

                Kesempatan Kerja
                Pilihan
                Pengorbanan

                Masalah Pokok Ekonomi

                Tinggalkan komentar

                Masalah Pokok Ekonomi

                1. Masalah Pokok Ekonomi Menurut Aliran Klasik

                Dari kebutuhan sumber daya dan keinginan tidak terbatas muncullah masalah pokok ekonomi. Masalah pokok ekonomi telah ada dan tetap ada hingga sekarang. Berikut ini akan membahas masalah pokok ekonomi yang telah muncul sejak manusia hidup berkelompok atau bermasyarakat berdasarkan tinjauan ekonomi klasik dan ekonomi modern.

                Ekonomi klasik diwakili oleh Adam Smith. Kemakmuran tidak terletak pada emas, melainkan pada barang-barang. Kemakmuran menunjukkan suatu keadan yang seimbang antara kebutuhan dan benda pemuas kebutuhan. Proses untuk mencapai kemakmuran suatu masyarakat adalah tidak mudah. Hal inilah yang menjadi masalah pokok ekonomi di masyarakat.

                Menurut teori ilmu ekonomi klasik, masalah pokok ekonomi masyarakat dapat digolongkan kepada tiga permasalahan penting, yaitu masalah produksi, masalah distribusi dan masalah konsumsi.

                a. Masalah Produksi

                Untuk mencapai kemakmuran, barang-barang kebutuhan harus tersedia di tengah masyarakat. Karena masyarakat sangat heterogen, maka barang-barang yang tersediapun beragam jenisnya, sehingga muncul permasalahan bagi produsen, yaitu barang apa saja yang harus diproduksi. Dengan demikian adanya kekhawatiran apabila memproduksi barang tertentu, tetapi tidak dikonsumsi masyarakat.

                b. Masalah Distribusi

                Agar barang/jasa yang telah diproduksi dapat sampai kepada orang yang tepat, dibutuhkan sarana dan prasaranadistribusi yang baik. Sebagai contoh, hasil panen kebun membutuhkan alat angkut yang ditunjang prasarana jalan yang baik, agar hasil panen cepat sampai kepada konsumen dan tidak tetimbun di produsen.

                c. Masalah Konsumsi

                Hasil produksi yang telah didistribusikan kepada masyarakat, idealnya dapat dipakai atau dikonsumsi oleh masyarakat yang tepat. Persoalan yang muncul, apakah barang tersebut akan dikonsumsi dengan tepat oleh masyarakat yang benar-benar membutuhkannya atau menjadi sia-sia karena tidak terjangkau oleh masyarakat, sehingga proses konsumsi tidak berjalan sebagaimana mestinya.

                2. Masalah Pokok Ekonomi Menurut Aliran Modern

                Para ahli ekonomi modern sepakat bahwa dengan sumber daya yang tersedia, paling sedikit ada tiga masalah pokok perekonomian yang harus dipecahkan oleh masyarakat sebagai subjek ekonomi.

                a. Barang dan Jasa Apa yang Akan Diproduksi dan Berapa Banyak? (What and How Much?)

                Mengingat bahwa sumber produksi yang tersedia terbatas dan penggunaanya bersifat alternatif, maka masyarakat harus menentukan jenis, dan jumlah barang dan jasa yang akan diproduksi. Masyarakat dapat memilih satu atau beberapa jenis bang dan jasa yang akan diproduksi dengan perbandingan tertentunya yang dipandang paling menguntungkan dan memberikan manfaat paling besar bagi masyarakat guna memenuhi kebutuhan.

                Bila saja suatu negara tertentu memproduksi senjata, peluru nuklir atau bahkan komputer. Di sisi lain banak memproduksi bahan pangan seperti beras, gandum, sayuran, dan buah-buahan. Lalu dari mana senjata untuk angkatan perang. Dengan adanya kegiatan perdagangan internasional, kebutuhan senjata dapat dipenuhi dengan cara membeli dari negara yang memproduksi senjata tersebut.

                b. Bagaimana Cara Memproduksi? (How?)

                Pertanyaan ini menyangkut teknik produksi yang diterpkan dan kemampuan yang mengkombinasikanfaktor-faktor produksi atau sumber daya yang ada di dalam proses produksi. Dengan keterbatasan sumber daya ekonomi yang tersedia, para produsen harus mampu menciptakan teknik produksi yang efisien. Untuk itu, kemampuan dalam bidang ilmu dan teknomogi perlu ditingkatkan.

                c. Untuk Siapa Barang dan Jasa Dihasilkan? (For Whom?)

                Pertanyaan ini menyangkut untuk siapa atau lapisan masyarakat mana yang menikmati barang dan jasa yang diproduksi. Apakah setiap warga mendapat bagian yang sama atau berbeda.

                Apakah barang/jasa hanya untuk orang kaya saja? Apakah pendapatan nasional telah didistribusikan secara adil? Haruskah gaji para manajer sepuluh kali lipat dari gaji buruh? Apakah proyek mobil murah perlu dilaksanakan agar penduduk berpendapatan rendah dapat mengonsumsinya? Semua pertanyaan tersebut menyangkut untuk siapa barang dan jasa diproduksi.

                Ketiga masalah di atas, yaitu what, how, dan for whom, bersifat fundamental dan bersifat kait-mengait satu dengan yang lainnya serta selalu dihadapi oleh setiapnegara, baik negara sedang berkembangmaupun negara yang sudah maju. Namun tidak semua perekonomian dapat memecahkan ketiga masalah tersebut dengan cara yang sama.

                contoh PowerPoint dapat dilihat disini

                Kebutuhan dan Jenis Kebutuhan

                Tinggalkan komentar

                1.       Pengertian Kebutuhan

                Kebutuhan ialah keinginan manusia terhadap benda atau jasa yang dapat memberikan kepuasan kepada manusia itu sendiri, baik kepuasan jasmani maupun kepuasan rohani.

                2.       Jenis Kebutuhan

                Kebutuhan dapat dibedakan menurut intensitas, sifat, waktu, dan subjek yang membutuhkannya.

                a. Jenis Kebutuhan Beradasarkan Intensitas

                Berdasarkan intensitasnya, kebutuhan dibedakan atas kebutuhan primer, sekunder dan tersier. Dasar yang kita gunakan adalah peranan kebutuhan tersebut terhadap kalangsungan hidup manusia. Artinya jika suatu kebutuhan sangat erat kaitannya dengan kelangsungan hidup manusia, maka kebutuhan tersebut adalah kebutuhan primer. Semakin jauh kaitannya dengan kelangsungan hidup manusia, maka tingkatannya menjadi kebutuhan sekunder atau tersier.

                contoh kebutuhan berdasarkan intensitasnya

                b.       Jenis Kebutuhan Berdasarkan Sifat

                Berdasarkan sifatnya, kebutuhan dibedakan menjadi kebutuhan jasmani dan rohani. Dasar yang kita gunakan adalah dampak atau pengaruhnya kepada diri manusia yang terdiri dari jasmani dan rohani. Kebutuhan jasmani erat kaitannya dengan upaya manusia menutupi atau memperindah jasmani manusia. Kebutuhan tersebut antara lain yaitu makanan, pakaian, sepatu, dan lain-lain.

                Kebutuhan rohani adalah berupa upaya manusia untuk memenuhi kepuasaan jiwa atau hati. Seseorang akan merasa tentram jika dapat bercerita lepas mengenai kesulitan-kesulitan hidup dengan orang yang dipercayainya. Kita merasa senang jika mendengar nyanyian, mendapat hiburan, dan lain-lain.

                c.      Jenis Kebutuhan Berdasarkan Waktu

                Berdasarkan waktu, kebutuhan dibedakan menjadi kebutuhan sekarang (saat ini) dan kebutuhan masa yang akan datang. Dikatakan kebutuhan sekarang karena memang dibutuhkan saat itu juga, sementara kebutuhan yang akan datang bisa dipastikan dibutuhkan pada masa yang akan datang. Berdasarkan uraian tersebut, dasar yang kita gunakan untuk membedakan suatu kebutuhan berdasarkan waktu alah waktu pemenuhannya.

                Kebutuhan yang akan datang bisa dipersiapkan. Artinya jika kita mengetahui kebutuhan dalam jangka waktu tertentu, maka kita bisa mempersiapkannya sesegera mungkin. Bagi ibu yang sedang mengandung, dapat mempersiapkan segala kebutuhan bayi. Bagi pegawai yang akan pensiun dapat mempersiapkan dana pensiun.

                c.       Jenis Kebutuhan Berdasarkan Subjek

                Berdasarkan subjeknya, kebutuhan dapat dibedakan menjadi kebutuhan pribadi atau individu dan kebutuhan kolektif (masyarakat). Dasar pembagiannya adalah siapa yang membutuhkan kebututhan tertentu, apakah diri pribadi atau masyarakat.

                Kebutuhan pribadi, seperti  sepatu, mobil pribadi, pakaian, dibutuhkan diri pribadi siapa saja dan diputuskan pemenuhannya oleh diri pribadi. Sementara kebutuhan kolektif seperti ketentraman dan kedamaian, jalan raya, serta sarana dan fasilitas pendidikan yang memang dibutuhkan oleh masyarakat dan masyarakat berupaya memenuhinya baik dengan swadaya maupun dengan bantuan pemerintah setempat.

                Entri Lama

                Ikuti

                Get every new post delivered to your Inbox.