Pemanfaatan Sumber Daya

Tinggalkan komentar

contoh PowerPoint dapat dilihat disini

Pemanfaatan Sumber Daya

1. Alokasi Sumber Daya

Sumber daya jumlahnya terbatas, dan harus digunakan untuk memproduksi sekian banyak barang dan jasa. Tentu timbul pertanyaan bagaimana cara memproduksi sekian banyak barang dan jasa jika sumber daya yang tersedia terbatas. Untuk menjawab pertanyaan tersebut haruslah dialokasikan untuk memproduksi barang dan jasa tertentu.

Sudah dijelaskan sebelumnya bahwa keterbatasan sumber daya menuntut untuk melakukan pilihan. Konsumen selalu mencari kepuasan maksimal, sedangkan produsen atau pengusaha harus memanfaatkan sumber daya produksi (faktor-faktor produksi), maka harus menentukan kemungkinan produksi. (production possibility)

Dalam ilmu ekonomi, alokasi sumber daya yang menguntungkan rakyat dapat dijelaskan dengan kurva kemungkinan produksi (Production Possibility Frontier, PPF). Kurva kemungkinan produksi adalah kurva yang menggambarkan berbagai kombinasi out put yang mungkin dapat diproduksi oleh perekonomian dengan faktor produksi (sumber daya) tertentu yang tersedia.

Dalam menggambarkan kurva kemungkinan produksi, terdapat tiga hal penting yang perlu diperhatikan, yaitu:

  1. Adanya kelangkaan sumber daya (faktor produksi)
  2. Keharusan memilih penggunaan sumber daya tersebut untuk memproduksi barang/jasa tertentu saja (dalam model kurva PPF hanya dua jenis)
  3. Adanya biaya peluang (opportunity cost)

Sebagai contoh dapat dilihat disini

Kurva kemungkinan produksi terbentuk berdasarkan tiga asumsi, yakni:

Sumber Daya Terbatas

Sumber daya terbatas (langka), maka kurva kemungkinan produksi berbentuk slope (miring) dari kiri atas ke kanan bawah. Sebab apabila sumber daya tersedia dalam jumlah tidak terbatas (hal yang tidak mungkin), maka kurva akan miring ke kanan atas sebab pada saat produksi beras (x) ditambah akan selalu masih ada sumber daya untuk menambah mobil (y).

Tingkat Teknologi Tertentu

Asumsi kedua tentunya tingkat teknologi, sebab apabila terjadi peningkatan teknologi (tingkat teknologi tidak pernah turun), maka seluruh kurva akan bergeser ke kanan, artinya menghasilkan barang dan jasa yang lebih banyak, sekalipun sumber daya yang tersedia tetap, sehingga kurva itupun bergeser ke kanan.

Perekonomian Berada dalam Keadaan Full Employment

Asumsi ketiga menyatakan bahwa perekonomian yang bersangkutan harus berada dalam keadaan full employment. Artinya semua sumbu yang ada telah digunakan sepenuhnya dengan efisiensi penuh.

2. Identifikasi Hilangnya Kesempatan Pada Tenaga Kerja Bila Melakukan Produksi Dibidang Lain

Pada bagian sebelumnya telah diterangkan pemilihan barang atau jasa yang akan diproduksi dengan menggunakan kurva kemungkinan produksi. Dalam menjelaskan penggunaan tenaga kerja dan biaya kesempatan yang ditimbulkan dengan pemilihan suatu pekerjaan, kita juga bisa menerapkan hal yang sama. Pada dasarnya jika seorang tenaga kerja telah bekerja atau memilih suatu pekerjaan tertentu, ia tidak bisa lagi untuk bekerja dengan profesi lain. Misalnya Anda menjadi pilot, berarti kesempatan untuk berproduksi sebagai pemain bola akan hilang. Hal ini sesuai dengan konsep The Cost of Doctrine Alternative yang menyatakan bahwa suatu pengorbanan haruslah dilakukan karena dipilihnya suatu alternatif tertentu di antara berbagai alternatif pilihan yang tersedia. Pengorbanan tersebut berupa hilangnya kesempatan untuk profesi dibidang lain.

Setiap tenaga kerja akan mendapat balas jasa berupa upah atau gaji. Besarnya gaji atau upah yang diperoleh tenaga kerja diperolh dari beberapa faktor, antara lain tingkat pendidikan, pengalaman, sistem upah yang berlaku, kondisi perusahaan dan kondisi perekonomian nasional. Namun, pada dasarnya seorang tenaga kerja yang rasional selalu menginginkan upah yang paling tinggi, apapun latar belakang yang meraka miliki. Akan tetapi, keinginan tersebut sering tidak terwujud karena berbagai faktor, sehingga tenaga kerja menerima suatu pekerjaan dan tingkat upah yang tidak ideal. Dalam menentukan pekerjaan yang akan dilakukan, tenaga kerja yang rasional juga harus memperhitungkan biaya yang ditimbulkan, yaitu harus lebih kecil daripada hasil yang diperoleh.

Kesempatan Kerja
Pilihan
Pengorbanan

Masalah Pokok Ekonomi

Tinggalkan komentar

Masalah Pokok Ekonomi

1. Masalah Pokok Ekonomi Menurut Aliran Klasik

Dari kebutuhan sumber daya dan keinginan tidak terbatas muncullah masalah pokok ekonomi. Masalah pokok ekonomi telah ada dan tetap ada hingga sekarang. Berikut ini akan membahas masalah pokok ekonomi yang telah muncul sejak manusia hidup berkelompok atau bermasyarakat berdasarkan tinjauan ekonomi klasik dan ekonomi modern.

Ekonomi klasik diwakili oleh Adam Smith. Kemakmuran tidak terletak pada emas, melainkan pada barang-barang. Kemakmuran menunjukkan suatu keadan yang seimbang antara kebutuhan dan benda pemuas kebutuhan. Proses untuk mencapai kemakmuran suatu masyarakat adalah tidak mudah. Hal inilah yang menjadi masalah pokok ekonomi di masyarakat.

Menurut teori ilmu ekonomi klasik, masalah pokok ekonomi masyarakat dapat digolongkan kepada tiga permasalahan penting, yaitu masalah produksi, masalah distribusi dan masalah konsumsi.

a. Masalah Produksi

Untuk mencapai kemakmuran, barang-barang kebutuhan harus tersedia di tengah masyarakat. Karena masyarakat sangat heterogen, maka barang-barang yang tersediapun beragam jenisnya, sehingga muncul permasalahan bagi produsen, yaitu barang apa saja yang harus diproduksi. Dengan demikian adanya kekhawatiran apabila memproduksi barang tertentu, tetapi tidak dikonsumsi masyarakat.

b. Masalah Distribusi

Agar barang/jasa yang telah diproduksi dapat sampai kepada orang yang tepat, dibutuhkan sarana dan prasaranadistribusi yang baik. Sebagai contoh, hasil panen kebun membutuhkan alat angkut yang ditunjang prasarana jalan yang baik, agar hasil panen cepat sampai kepada konsumen dan tidak tetimbun di produsen.

c. Masalah Konsumsi

Hasil produksi yang telah didistribusikan kepada masyarakat, idealnya dapat dipakai atau dikonsumsi oleh masyarakat yang tepat. Persoalan yang muncul, apakah barang tersebut akan dikonsumsi dengan tepat oleh masyarakat yang benar-benar membutuhkannya atau menjadi sia-sia karena tidak terjangkau oleh masyarakat, sehingga proses konsumsi tidak berjalan sebagaimana mestinya.

2. Masalah Pokok Ekonomi Menurut Aliran Modern

Para ahli ekonomi modern sepakat bahwa dengan sumber daya yang tersedia, paling sedikit ada tiga masalah pokok perekonomian yang harus dipecahkan oleh masyarakat sebagai subjek ekonomi.

a. Barang dan Jasa Apa yang Akan Diproduksi dan Berapa Banyak? (What and How Much?)

Mengingat bahwa sumber produksi yang tersedia terbatas dan penggunaanya bersifat alternatif, maka masyarakat harus menentukan jenis, dan jumlah barang dan jasa yang akan diproduksi. Masyarakat dapat memilih satu atau beberapa jenis bang dan jasa yang akan diproduksi dengan perbandingan tertentunya yang dipandang paling menguntungkan dan memberikan manfaat paling besar bagi masyarakat guna memenuhi kebutuhan.

Bila saja suatu negara tertentu memproduksi senjata, peluru nuklir atau bahkan komputer. Di sisi lain banak memproduksi bahan pangan seperti beras, gandum, sayuran, dan buah-buahan. Lalu dari mana senjata untuk angkatan perang. Dengan adanya kegiatan perdagangan internasional, kebutuhan senjata dapat dipenuhi dengan cara membeli dari negara yang memproduksi senjata tersebut.

b. Bagaimana Cara Memproduksi? (How?)

Pertanyaan ini menyangkut teknik produksi yang diterpkan dan kemampuan yang mengkombinasikanfaktor-faktor produksi atau sumber daya yang ada di dalam proses produksi. Dengan keterbatasan sumber daya ekonomi yang tersedia, para produsen harus mampu menciptakan teknik produksi yang efisien. Untuk itu, kemampuan dalam bidang ilmu dan teknomogi perlu ditingkatkan.

c. Untuk Siapa Barang dan Jasa Dihasilkan? (For Whom?)

Pertanyaan ini menyangkut untuk siapa atau lapisan masyarakat mana yang menikmati barang dan jasa yang diproduksi. Apakah setiap warga mendapat bagian yang sama atau berbeda.

Apakah barang/jasa hanya untuk orang kaya saja? Apakah pendapatan nasional telah didistribusikan secara adil? Haruskah gaji para manajer sepuluh kali lipat dari gaji buruh? Apakah proyek mobil murah perlu dilaksanakan agar penduduk berpendapatan rendah dapat mengonsumsinya? Semua pertanyaan tersebut menyangkut untuk siapa barang dan jasa diproduksi.

Ketiga masalah di atas, yaitu what, how, dan for whom, bersifat fundamental dan bersifat kait-mengait satu dengan yang lainnya serta selalu dihadapi oleh setiapnegara, baik negara sedang berkembangmaupun negara yang sudah maju. Namun tidak semua perekonomian dapat memecahkan ketiga masalah tersebut dengan cara yang sama.

contoh PowerPoint dapat dilihat disini

Kebutuhan dan Jenis Kebutuhan

Tinggalkan komentar

1.       Pengertian Kebutuhan

Kebutuhan ialah keinginan manusia terhadap benda atau jasa yang dapat memberikan kepuasan kepada manusia itu sendiri, baik kepuasan jasmani maupun kepuasan rohani.

2.       Jenis Kebutuhan

Kebutuhan dapat dibedakan menurut intensitas, sifat, waktu, dan subjek yang membutuhkannya.

a. Jenis Kebutuhan Beradasarkan Intensitas

Berdasarkan intensitasnya, kebutuhan dibedakan atas kebutuhan primer, sekunder dan tersier. Dasar yang kita gunakan adalah peranan kebutuhan tersebut terhadap kalangsungan hidup manusia. Artinya jika suatu kebutuhan sangat erat kaitannya dengan kelangsungan hidup manusia, maka kebutuhan tersebut adalah kebutuhan primer. Semakin jauh kaitannya dengan kelangsungan hidup manusia, maka tingkatannya menjadi kebutuhan sekunder atau tersier.

contoh kebutuhan berdasarkan intensitasnya

b.       Jenis Kebutuhan Berdasarkan Sifat

Berdasarkan sifatnya, kebutuhan dibedakan menjadi kebutuhan jasmani dan rohani. Dasar yang kita gunakan adalah dampak atau pengaruhnya kepada diri manusia yang terdiri dari jasmani dan rohani. Kebutuhan jasmani erat kaitannya dengan upaya manusia menutupi atau memperindah jasmani manusia. Kebutuhan tersebut antara lain yaitu makanan, pakaian, sepatu, dan lain-lain.

Kebutuhan rohani adalah berupa upaya manusia untuk memenuhi kepuasaan jiwa atau hati. Seseorang akan merasa tentram jika dapat bercerita lepas mengenai kesulitan-kesulitan hidup dengan orang yang dipercayainya. Kita merasa senang jika mendengar nyanyian, mendapat hiburan, dan lain-lain.

c.      Jenis Kebutuhan Berdasarkan Waktu

Berdasarkan waktu, kebutuhan dibedakan menjadi kebutuhan sekarang (saat ini) dan kebutuhan masa yang akan datang. Dikatakan kebutuhan sekarang karena memang dibutuhkan saat itu juga, sementara kebutuhan yang akan datang bisa dipastikan dibutuhkan pada masa yang akan datang. Berdasarkan uraian tersebut, dasar yang kita gunakan untuk membedakan suatu kebutuhan berdasarkan waktu alah waktu pemenuhannya.

Kebutuhan yang akan datang bisa dipersiapkan. Artinya jika kita mengetahui kebutuhan dalam jangka waktu tertentu, maka kita bisa mempersiapkannya sesegera mungkin. Bagi ibu yang sedang mengandung, dapat mempersiapkan segala kebutuhan bayi. Bagi pegawai yang akan pensiun dapat mempersiapkan dana pensiun.

c.       Jenis Kebutuhan Berdasarkan Subjek

Berdasarkan subjeknya, kebutuhan dapat dibedakan menjadi kebutuhan pribadi atau individu dan kebutuhan kolektif (masyarakat). Dasar pembagiannya adalah siapa yang membutuhkan kebututhan tertentu, apakah diri pribadi atau masyarakat.

Kebutuhan pribadi, seperti  sepatu, mobil pribadi, pakaian, dibutuhkan diri pribadi siapa saja dan diputuskan pemenuhannya oleh diri pribadi. Sementara kebutuhan kolektif seperti ketentraman dan kedamaian, jalan raya, serta sarana dan fasilitas pendidikan yang memang dibutuhkan oleh masyarakat dan masyarakat berupaya memenuhinya baik dengan swadaya maupun dengan bantuan pemerintah setempat.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.